Artha

Derita

Posted on: October 9, 2009

melangkahkan penat di permadani biru
manusia termangu mengkasihani perasaannya sendiri
menghalalkan dirinya untuk mempersempit dunia
mejadikan teladan itu hina,dan mencerca apa kata nestapa
mengurangi tangis menbuatnya bengis
menambah tawa semakin terluka
kata maaf kurang mengena
tapi ada apa dengan seribu kata maaf?
apa perlu ditulis semua dalam bahasa hieroglyf?
ato dalam bahasa sansekerta?
menderita……………………………………
bukan hal baru dalam dunia…
menorehkan bekas yg melanda.
api itu memang membara
membara seperti api
melelehkan kata cinta yang pernah ada….
air itu memang dingin
dinging seperti air
menyejukkan kata benci yang pernah ada
maka bukalah hatimu dan tangisilah manusia yang merindukanmu…………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: