Artha

PERUBAHAN

Posted on: September 5, 2009

Dalam renungan kelabu nadiku bersatu
Mengalirkan semua darah ke kepala remukku
Memecah kesunyian malam dengan penat yang membanjiri otakku
Kupikir semuanya semu dan arti cinta itu palsu
Mungkin kehadiranmu tlah membuat sakit hatiku,sesak paru-paruku dan remuk jantungku
Mungkin kehadiranmu tlah membuat pekat mataku dengan air mata
Dan mungkin bayangmu dihatiku tlah membuat empedu tak bisa tawarkan racun lagi
Dan kemudian Leukosit pun mulai berontak, berhenti dari kewajibannya
Hingga leukemia cinta pun menderaku.aku rapuh,benar-benar rapuh.
Akirnya ragakupun berontak,darah seakan mendidih selalu,
ingin selalu memberontak penyakit ini
menunjukan seringai seringai serigala di malam hari,
menunjukkan kuku-kuku tajam macan di hutan belantara
tapi semua pemberontakan ini sia-sia belaka,hanya semakin membuat ku rapuh tak berdaya
membuatku seperti kehilangan arah dan tujuan hidupku
sekarang yang kuingin hanya melantunkan lagu merdu bersamamu lagi
merenda masa depan dengan kasih sayang untukmu
memuaskan hasratku dengan memberikan yang terbaik untukmu
sayangku maafkan aku telah keliru,menduplikasi raungan singa yang sudah lama kutinggalkan
menumbuhkan cakar serigala yang telah lama hilang
Puisi ini kukirimkan bersama hatiku,bersama angin yang bertiup menuju hatimu
Agar kau tau aku ingin merusakkan pita suara singa dan memotong habis kuku-kuku serigala
Dan agar kau tau sebelum sampai izroil menyentuh tubuhku
Aku akan tetap mencintaimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: